Kisah nyata seorang Bapak yang berjuang keras untuk anaknya

seorang Bapak yang berjuang keras untuk anaknya

Ketika sore mau datang, ada seorang bapak yang berjalan rungkuk-rungkuk dari arah timur di desa tegalbang, desa tempat saya lahir. ia berjalan menuju ke arah saya, Awalnya saya pikir beliau adalah orang tidak waras,, alias " gendheng " namun dugaan saya salah. Ternyata beliau lebih waras daripada saya.

Nafasnya Ngos-ngosan,, badanya rusuh, mukanya juga pucat. dilihat dari kakinya, beliau baru saja berjalan sangat jauh.

" Sepertinya bapak ini kelelahan, Bapak dari mana pak ? " Tanya saya.

" Saya dari bojonegoro dek, saya mau minta tolong boleh tidak dek?. Apakah ada pekerjaan untuk saya ? "

" Loh tidak ada pak. Saya saja masih belum bekerja ini. "

" Sudah empat hari dek saya berjalan dari surabaya mencari kerjaan tapi gak ada yang mau nerima dek, saya sudah coba tanya dipinggiran jalan, Jika ada proyek saya tanya. Tapi gak ada yang mau nrima saya dek, Kalau ada kerjaan saya mau dek kerja apa saja, ini saya mau pulang tapi gak ada ongkos buat pulang dek "

" Owh gitu to pak, apakah rumah bapak Jauh dari perkotaan ? "

" Walah dek rumah saya di pelosok pegunungan dek, saya orang gak punya, Rumah saya saja gedekNya gak rapat. Untuk mandi sehari-hari bapak harus ambil air dan turun ke kali dek. "

" Kalau gitu bapak disini dulu pak, Bapak puasa atau tidak pak ? "

" Tidak dek, saya berjalan sangat jauh, dan jika saya puasa, pasti saya tidak kuat. "

" Ya, Sudah bapak tunggu sini, saya ambil minum dulu pak "

" Tidak usah repot-repot dek, saya mau pulang ini. "

" Tidak apa-apa pak, sampean Tunggu disini dulu, Tunggu bapak saya pulang pak "

" Ya,, Sudah dek. Terserah sampean "

Lalu saya ambilkan sebetol minuman dingin minuman Khas tuban "Legen" dan Rokok 2 Batang, Lalu diminumlah sebotol legen itu dengan Beliau curhat panjang sekali.

" Sampean masih sekolah dek " Tanya beliau.

" Iya pak, saya masih sekolah di Lamongan "

" Enngeh Dek semoga apa yang kamu cita-citakan, dikabulkan dek sama Allah swt. Jangan sampai seperti saya dek, anak cucu saya jangan ada yang seperti saya dek, Semoga dimulyakan semua anak dan cucu saya. "

" Amin pak, bapak punya aanak pak ? "

" Saya punya satu anak perempuan dek, Yang paling bapak pikirkan setiap hari. Anak bapak Sekolah Smp gak tamat dek, dikarenakan tempat sekolahnya jauh dari rumah, sehingga setiap hari harus nebeng sama temanya, Bapak malu dek jika nebeng terus, nebeng kalau seminggu dua minggu gak masalah dek, sekolah Tahunan masa harus Nebeneg terus,? Dan itu pun Bapak kasih uang bensin ia juga tidak mau. "

Isak tangis rintih mulai terdengar dari bibir lelah seorang bapak yang berjuang demi anaknya ini. Air matanya mulai keluar demi sedikit, dan saya sangat yakin. Bapak yang ada di depan saya saat ini tidak mengada-ngada, memang inilah adanya.

Lalu datanglah seorang pahlawan kesiangan, yaitu Bapak saya yang baru saja datang dari pekarangan. dan ia bertanya panjang sekali mengenai beliau. Seperti tadi beliau mencurahkan hatinya, dengan tangisan yang semakin menjadi. Isak tangisnya membuat hati saya hancur, sakit.

Setelah cukup lama beliau mengobrol dengan bapak saya, kemudian beliau ingin pamit pulang dan melanjutkan perjalananya. kemudian, beliau diberikan sedikit uang saku untuk perjalanan pulang.


Ini cerita Fakta.!!


Lantas Hikmah apa yang bisa kita dapatkan dari cerita di atas ?

0 Response to "Kisah nyata seorang Bapak yang berjuang keras untuk anaknya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel