Kisah santri yang mungkin bisa buat anda menangis

Santricerdas
Gambar berhakcipta : www.santricerdas.com
Waktu itu Saya benar benar gak nyangka bisa sampai dipesantren, dan harus menjadi Santri rasanya semua seperti mimpi. kehidupanku yang biasanya bebas,, mau kemana aja juga bebas,, dan sekarang harus menjalani hidup di dunia pesantren, yang dikekat dengan peraturan yang ada, ada sebuah cerita,,,

Didepan masjid yang nampak tua, aku duduk sendirian sambil meratapi penyakit yang melandaku setiap hari, yakni penyakit busung lapar, wajar saja karena aku anak pesanren, aku sangat bingung, meski aku telah berkali-kali makan, tapi aku tak pernah merasa kenyang. Mungkinkah karena aku sering lupa membaca do'a sebelum makan? Sehingga ketika aku makan ditemani oleh setan! ,wallahu a’lam, tapi yang jelas semua teman-temanku juga merasakan apa yang aku rasakan.

Ketika penyakit busung lapar ini semakin menyiksaku, tiba-tiba dari arah selatan, aku melihat ada seorang anak yang agak terlihat aneh, tubuhnya kering kerempeng kulit kesawoan, mulutnya agak "ndomble", dan matanya agak cekung, sambil tertawa lepas dia menerbangkan layang-layangnya.

Lalu Aku mencoba mendekatinya dan berkenalan dengannya, siapa sangka ternyata dia orangnya sangat menyenangkan, dia pandai sekali melucu orangnya humoris, sehingga aku yang tadinya tidak kerasan berada dipesantren, berkat teman baruku ini, sedikit demi sedikit aku menjadi kerasan.

Di kamar pojok paling utara, itu adalah kamarnya teman baruku ini, kondisi kamarnya yang sangat mengenaskan, pintunya mau copot, baunya agak sedikit busuk, karena tumpukan baju yang belum dicuci. dia dikucilkan dan dimusuhi oleh teman-teman sekitar, karena status sosialnya yang rendah, keluarganya banyak dan sangat miskin, ayahnya meninggal ketika dia masih kecil, karena ibunya tak bisa lagi mengasuhnya, maka dia diserahkan kepada bibinya.

Bibinya ini bukanlah orang yang kaya, dia hanya penjual pakaian bekas yang mangkal di pelataran pasar di surabaya, tapi walaupun begitu, bibinya itu sangat sayang dan welas asih kepada keponakannya itu, dia memperlakukan keponakannya itu seperti anaknya sendiri, sampai-sampai temanku itu memanggilnya dengan panggilan ibu, bukan bibi.

Setiap pagi dia selalu bangun terlambat, karena malam harinya dia pergunakan untuk menonton TV, hal ini dimanfaatkan oleh teman-teman, tanpa ada rasa belas kasihan samasekali, teman-teman langsung mengguyur sekujur badannya dengan seember air, dia sangat kaget dan langsung terbangun, dia hanya bisa pasrah, karena dia tak punya daya kekuatan untuk melawan.

Setiap kali bibinya datang menjenguk, temanku itu selalu dibawakan pakaian bekas satu "glangsing", untuk dibagikan kepada teman-temannya.

Ada suatu kejadian yang tak pernah terlupakan dan hingga sampai sekarang aku masih mengingatnya

“suatu saat dia menerima surat dari seorang gadis pujaannya, dibukanya surat itu, dan dengan sekejap, dia langsung terbang melayang-layang, senyumnya menjadi lebar, sampai-sampai tidak bisa mingkem, kepalanya menjadi besar, semalaman dia tidak bisa tidur karena memikirkan gadis pujaannya tersebut.

Surat cinta itu terus menerus dibaca berulang-ulang, sebelum dan sesudah ia bangun tidur, sebelum makan, dan sebelum berangkat sekolah, terkadang dia membaca surat cinta itu dengan sangat keras, sembari melagukannya dengan perasaan yang amat bahagia.

Dan sejak saat itu dia mulai merubah penampilannya, celana yang awalnya mbegi, langsung dibawa ke penjahit untuk dikomprangkan, dia menyisihkan uang sakunya untuk membeli pond’s, minyak wangi, minyak rambut dan lain-lain. Ketika disekolah, dia tak henti-hentinya memandangi gadis pujaannya itu, dia benar-benar tidak menyangka, kalau akan ada gadis cantik yang suka kepadanya.

Keesokan harinya ia mendapatkan surat lagi, dan di dalam surat tersebut, gadis pujaannya itu mengajak bertemu di depan jembatan pinggir sungai jam 8 pagi, tapi sangking semangatnya, dia standbay di lokasi pertemuan sehabis sholat subuh sambil memancing ikan.

Alhasil, dia menunggu sampai adzan dhuhur, tapi gadis yang slalu di impikan setiap malam itu tak kunjung tiba rasa agak kecewa melanda dirinya, berjalan sambil merengut dan menendang apa yang ada dihadapanya. 

Hari berganti hari, keganjilan semakin ia temui, dan alangkah hancur hatinya, ketika dia mengetahui bahwa yang menulis surat itu bukan gadis impiannya, tapi teman-temannya yang memang berniat untuk jahil kepadanya.

Tapi apapun itu, aku telah banyak belajar darinya, walaupun hidupnya susah, tapi dia tidak pernah mengeluh, tak pernah bersedih hati, dia selalu riang gembira, dan siapa pun yang dekat dengannya, akan merasa nyaman dan terhibur oleh humorisnya. 

dan pada akhirnya, ibunya sakit stroke, dan dia bekerja sebagai tukang sapu di toko bangunan,

terakhir aku bertemu dengannya, dia berkata bahwa dia telah sakit sesak nafas dan kehilangan pekerjaannya, sementara dia harus menanggung beban penghidupan ibunya yang sedang sakit stroke.

Dan sekarang aku sudah kehilangan kontak denganya, aku tidak tahu bagaimana kabarmu sekarang,,, semoga kau disana baik-baik saja kawan... Tulisan ini untukmu,,, Secuil kenangan dipesantren,

0 Response to "Kisah santri yang mungkin bisa buat anda menangis"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Join Our Newsletter