Sejarah singkat Desa tegalbang palang tuban

Desa tegalbang palang tuban
Berawal dari orang jaman dulu yang melakukan penebangan hutan atau dalam istilah Jawa "Babat Alas" sehingga menjadi tanah yang lapang atau luas. Mereka lalu menempati tanah tersebut dan membangun rumah, semakin lama tanah yang semula kosong berubah menjadi pemukiman warga. Lalu mereka memutuskan untuk membuat beberapa desa yang tujuannya untuk membedakan wilayah tertentu dengan yang lainnya.

Salah satunya adalah desa Tegalbang, orang yang memberi nama tersebut yakni mbah Jalangas.  Mbah Jalangas merupakan orang pertama yang menempati Desa Tegalbang, beliau juga seorang pertapa atau dukun yang bisa menyembuhkan orang dari berbagai macam penyaki. Setelah Mbah Jalangas meninggal,  kini makamnya dikeramatkan oleh masyarakat Desa Tegalbang,  dan setiap tahun sekali dilaksanakan sedekah bumi "manganan" di makam mbah Jalangas.


Tegalbang sendiri berasal dari gabungan kata dalam bahasa Jawa yaitu "Tegal" adalah tanah yang luas,  sedagkan "bang/abang" adalah merah. Jadi artinya Tanah yang merah.

Sejarah bisa juga disebut dengan legenda, atau cerita rakyat pada zaman dahulu yang ada hubunganya dengan peristiwa sejarah, dalam KBBI (kamus besar bahasa indonesia). Saya akan mendiskripsikan legenda desa kelahiran saya yakni desa Tegalbang palang tuban. Tegalbang diambil dari dua kata yakni "tegal" yang berarti dalam bahasa indonesia adalah tanah, sedangkan "bang" dari kata abang yang diartikaan dalam bahasa indonesia adalah merah

Dari kesimpulan di atas dapat di temukan intinya adalah “sebuah pemukiman yang didaerahnya tersebut sebuah tanah yang di mukimi warga berwarna merah” disini saya berwawancara dengan narasumber yaang bernama Kh. Muslih salah satu tokoh masyarakat. Akantetapi dalam wawancara saya hanya dapat berkomunikasi bukan bertatap langsung untuk mendapatkan materinya tetapi berkomunikasi via sms,

Di desa tegalbang ada nama salahsatu dusun yang unik yakni sumurjeru, asal kata sumur yang berarti lubang yang berarda di dalam tanah yang umumnya untuk mengambil air dan kata jeru yakni bahasa jawa yang di artikan dalam bahasa indonesia adalah dalam. Jadi intinya lubang yang digunakan untuk mengambil air dan lubang tersebut sangat dalam.


Akantetapi anehnya sumur yang dalam tersebut tidak bisa mengeluarkan air. Dan ceritanya seperti ini “dahulu kala ada seorang pemilik sumur sedang menggali sumur tersebut, suatu saat ada waliyullah lewat dan bertanya.


Wali : bapak sedang apa?

Penggali : lagi menggali joblangan.

Padahal joblangan itu adalah tempat untuk pembuangan sampah bukan untuk mengambil air, lalu saat itu waliyullah pergi meninggalkan sang penggali tersebut. Saat itu penggali meneruskan penggalian sampai sangat dalam sekali. Saat itu penggali terheran dengan sumur tersebut karena sumur yang dalamnya melebihi dalam sumur di tetangganya  itu tidak mengeluarkan air. Setelah itu difikir-fikir penyebabnya bukan kedalaman sumur, tetapi  karena pengggali yang membohongi wali dan akkhirnya kharamah wali itu yang membuat sumur itu tidak dapat mengeluarkan air.

Sejarah masuknya islam didesa Tegalbang

Sejarah masuknya islam di desa tegalbang adalah pada suatu saat ada waliyullah dari demak yang bernama Raden Ahmad Syarifudin. Beliau menyebarkan agama islam didesa kami. Namun, untuk tahun beliau ke desa kami belum ada kepastian dari sejarawan. Yang jelas beliau masuk kedesa kami dengan keadaan umur yang sudah tua yang akhirnya beliau meninggal dan dimakamkan di desa tegalbang.

Beliau dimakamkan di bawah randu besar yang bernama randu geroh, hingga saat ini makam beliau sering di ziarohi oleh para warga dan di adakan pula acara pengajian setiap tahun sekali di makam tersebut.

Para tokoh beserta perananya dalam menyebarkan agama islam didesa tegalbang

Tokoh-tokoh yang berperan menyebarkan agama di desa tegalbang salahsatunya adalah bapak KH. Muslih, beliau adalah seorang santri alumni pondok pesantren Langitan tuban. Sebelum beliau datang ke desa tegalbang, masyarakat masih banyak yang "abangan" (islam kejawen) yang masih memiliki tradisi yang melenceng dari syariat islam.

Setelah beliau terjun ke masyarakat, akhirnya masyarakat banyak yang meniru dan mulai sedikit demi sedikit merubah tradisi tersebut. Seperti contoh : dulu ada yang namanya sedekah bumi yang di isi dengan pesta rakyat dengan mabuk-mabukan, manun sekarang bapak tersebut merubahnya dengan acara doa bersama dan acara pengajian umum.

Tradisi Islam Atau peribadatan didesa tegalbang

Tradisi yang ada dimasyarakat desa tegalbang salah satunya adalah tradisi peminum (pemabuk) "Atau Ngombe toak". Karena desa kami penghasil pohon aren, yang bunga pohon aren juga dapat di manfaatkan menjadi air legen dan juga air tuak dan juga menjadi gula aren.

Jaman dahulu kala masyarakat di desa tegalbang termasuk kaum abangan (yang belum mengenal agama) akhirnya ada tradisi ngombe yakni tradisi tersebut dilakukan saat setelah selesai pergi dari sawah masyarakat pergi ketempat peminum untuk meminum tuak yang dapat memabukan untuk menghilangkan lelah.


Akantetapi karena sekarang masyarakatnya sudah banyaak yang mengerti agama hanya sebagian saja yang melakukan tradisi tersebut, dan juga sekarang Nahdlatul Ulama’ sangat besar di desa saya tegalbang ini, yang membuat desa kami sekarang sudah banyak yang meninggalkan tradisi tersebut dengan mengganti kegiatan rutinan yang di adakan oleh Nahdlatul Ulama,

Bentuk kebudayaan dan wujud di desa tegalbang

Kebudayaan di desa saya saat ini adalah sama seperti kebudayaan yang di lakukan oleh masyarakat nahdiyin seperti : tahlilan,manaqiban, yasinan dan lain-lain. Dikarenakan mayoritas masyarakat yang berada di desa kami menngikuti atau bergabug dengan organisasi Nahdlatul Ulama.

Nah itulah sepenggal cerita sejarah singkat Desa tegalbang palang tuban 


0 Response to "Sejarah singkat Desa tegalbang palang tuban"

Terimakasih sudah Tidak berkomentar ( SARA ). Silahkan berkomentar yang baik dan menarik sesuai dengan isi konten.
Komentar yang tidak diperbolehkan :

1). Berbau penghinaan SARA & PXXN
2). Komentar dengan Link hidup ( akan dianggap spam )
3). Komentar tidak nyambung dengan isi postingan

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel