Ada apa dibalik santri Ngrowot?

Ada apa dibalik santri Ngrowot?
( Santri Ngrowot ) Dulu ketika saya dipesantren kidulan di daerah Trenggalek, saya baru tahu yang namanya " Ngrowot " Ternyata ada juga santri yang berjenis ini, Ngrowot ini identik dengan yang namanya Alergi nasi ( beras ), Bukanya mereka tidak mampu untuk beli beras tapi karena ada niat khusus dalam menirakati sesuatu.

Biasanya Ngrowot ini dilakuakan oleh mereka ( Santri ) ketika beranjak di jenjang Hafalan Alfiyah, Ngrowot yang identik dengan nasi Tiwul, Singkong, jagung dan kawan-kawan, karena lebih mudah didapat di pasaran.

Ada beberapa jenis tirakat yang unik di pesantren yang pernah saya ketahui, Ada santri yang tidak pernah makan nasi selama dipesantren, ia memanfaatkan Tiwul ( singkong sebagai makanan pokoknya ).

Ada juga yang tidak maka Nasi juga tidak makan Tiwul, ia hanya memanfaatkan kacang mentah sebagai makanan pokoknya, hal ini membuat saya heran,, karena memang sebelum dipesantren saya tidak pernah menjumpai hal-hal demikian.

Jika dulu kata nenek saya orang membuat dan memakan nasi Tiwul ( Ngrowot ) itu karena dulu harga beras yang tinggi. Namun, untuk saat ini saya kira tidak relevan lagi. Sebab, harga Tiwul di pasaran saat ini sering lebih tinggi daripada harga beras.

Harga jagung pun hanya berbeda tipis dengan beras. Para santri mengikuti jejak kiai dan gurunya Ngrowot karena semata ingin mengekang hawa nafsu. Kita tahu banyak sekali makanan yang terbuat dari bahan baku beras termasuk dari tepung beras.

Dengan berlatih membatasi makanan yang bisa dikonsumsi, seseorang yang ngrowot berlatih untuk tidak mengumbar hawa nafsunya meskipun ada kesempatan.

Diharapkan mereka akan menjadi umat muslim yang tangguh menghadapi godaan hidup yang semakin berat. Menahan nafsu juga merupakan jihad akbar yang Rasulullah perintahkan kepada umatnya.

Mengetahui manfaat dari Ngrowot


Ngerowot bisa menjadi pengingat agar masyarkaat tidak bergantung pada beras ( nasi) saja. Jika ada santri yang Ngrowot itu artinya ia lagi belajar dan mengingat bahwa makanan di dunia ini bukan hanya Nasi beras saja, Ada singkong, sagu, ada ubi-ubian hingga ubi beneran, yang merupakan pangan lokal masyarakat Indonesia.

Ngerowot memiliki tiga alasan, yakni Pertama, alasan ilmiah, bahwa setiap bahan pangan yang telah diciptakan Tuhan memiliki kandungan nutrisi yang baik.

Kedua, alasan amaliah, puasa Ngerowot menjadi sarana penguatan nilai-nilai spiritual yang menjadi pondasi dasar perilaku seseorang.

Ketiga, alasan maliyah, yakni sebagai cara untuk menjaga harta, penentu kestabilan ekonomi seseorang.

0 Response to "Ada apa dibalik santri Ngrowot?"

Terimakasih sudah Tidak berkomentar ( SARA ). Silahkan berkomentar yang baik dan menarik sesuai dengan isi konten.
Komentar yang tidak diperbolehkan :

1). Berbau penghinaan SARA & PXXN
2). Komentar dengan Link hidup ( akan dianggap spam )
3). Komentar tidak nyambung dengan isi postingan

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel