Area Sensitif pengukur seorang sahabat

Area Sensitif pengukur seorang sahabat
Setiap orang, baik laki-laki maupun perempuan, pasti memiliki area sensitif, yang apabila disentuh, ia akan menggeliat, menggelinjang, dan melakukan apa saja yang tidak biasa ia lakukan.

Area sensitif seseorang hanya dapat diketahui oleh orang yang dekat dengannya, minimal mengenalnya. 

Area sensitif orang berbeda-beda. Bulu boleh sama-sama keriting, tapi aromanya tetap berbeda. Dada boleh sama-sama gemol, tapi perasaan tidaklah sama. Ada orang yang ketika dicaci maki tentang fisiknya ia tidak pernah marah, tapi begitu disentuh masalah ekonominya yang terpuruk, ia langsung murka.

Ada yang jika disinggung soal kemiskinannya, bahkan dihina orang tuanya, tidak marah. Tapi begitu dikucilkan lantaran warna sempaknya yang sedikit berbeda ia langsung naik darah. 

Melalui itu semua, kita dapat mengukur bagaimana kebaikan seseorang. Saat menguraikan tentang bagaimana memilih kawan yang baik, para ulama menawarkan: perhatikan tatkala mereka marah. Jika dalam kemarahannya tidak menyentuh area sensitif kita, maka dialah yang sebaiknya dijadikan sahabat untuk kita.

Sahabat yang baik bukan hanya yang apabila kita utang dia tidak pernah menagih, dan apabila dibayar pura-pura lupa lalu menolaknya. Lebih daripada itu, sahabat yang baik adalah sahabat yang menjaga diri tidak menyentuh area sensitif sahabatnya.

0 Response to "Area Sensitif pengukur seorang sahabat"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel