Puisi Konyolku bertahan denganmu kamu harus tahu

Keputusanku mencintaimu adalah keputusan yang tak pernah kusesali, karena pada dasarnya hanya kamu yang bisa buat aku menjadi gila,,, aku nikmati kegilaan ini, hingga saat ini, Rasa sukurku bisa memilikimu tidak bisa kamu rasakan jika hanya dengan Dohiriyah saja. tapi Alhamdulliah kamu masih mau dan masih kuat mempertahankan ikatan cinta ini.

Pola pikir kita memang berbeda. Tanpa kita sadari justru inilah yang akan membuat kita semakin kuat, kamu harus tahu,, rasa sayang ini hanya untukmu bukan untuknya dan bukan untuknyiaaaa.

Kamu harus tahu,,, kita ini ibarat pemain bola, dimana satu tim harus saling menjaga. kamu harus tahu itu, Aku yang selalu banyak bicara tapi sedikit berfikir, dan kamu yang sedikit berbicara tapi banyak berfikir, Inilah kita, satu anggota yang akan selalu menjaga.

Aku bukan siapa-siapamu dan bukan siapa-siapa siapa-siapa. Tak ada alasan bagiku untuk memerjuangkanmu dan memerjuangkan apa pun. Apa pun.

Mungkin bagimu aku hanyalah sekelebat angin lewat yang membawa debu atau aroma tak sedap, yang tak pernah diharapkan kehadirannya oleh siapa pun.

Aku yang jarang memiliki kesempatan tuk memeluk tubuhmu menjagamu, hanya bisa mendo'akanmu. Tak pernah kutinggalkan namamu disetiap do'aku.

Aku cukup sadar, bahwa aku bukan siapa-siapa. Aku sadar sesadar-sadarnya. Namun tanpa kamu sadari aku sangat takut kehilanganmu, kamu harus tahu itu. Terlalu takut. Dan ini, bukan wilayahmu untuk mengetahui semua itu.

Maafkan aku. Aku tak bisa menuruti semua kehendakmu, sebagaimana kamu tak akan pernah mungkin menuruti satu pun kehendakku. 

Tunggu dulu! sebelum kuakhiri tulisan ini, harus kuberitahu padamu dan pada siapa pun yang ada di sisimu. Bahwa. Ini guyonan. GUYONAN. Guyon itu, melucu. Berharap agar siapa saja menertawakanku, atau menertawaiku. Baik tertawanya lantaran kelucuan dariku, maupun karena ketololanku. Ngerti, kan? Gitu aja nggak ngerti, sih! 

Nggak lucu katamu? 

Kau yang nggak ngerti lelucon. Kau terlalu syolekh jadi orang. Nggak bisa ngrokok, nggak pernah nyeruput kopi. Makanya, nggak ngerti apa pun soal komedi.

Aku saja, yang menulis ini, sambil menulis ini, tertawa-tawa merasakan aliran komedinya yang begitu menderas. Bahkan, sejak dua hari sebelum menulis ini aku sudah tiada kuasa berhenti tertawa. Masa kamu tidak juga menemukan kelucuannya, sih?

Ngguyuo! Ngguyuooo, Coook …!

0 Response to "Puisi Konyolku bertahan denganmu kamu harus tahu"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel