Bahaya! Jika terlalu over dalam menerapkan SEO

Bahaya! Jika terlalu over dalam menerapkan SEO pada website

Jika berbicara mengenai SEO Google tidak akan ada habisnya, SEO adalah Ilmu atau Jurus 212 yang di pakai Oleh para Blogger professional. Dengan Ilmu SEO yang telah dikuasai maka banyak kemungkinan Blog atau website yang dikelolah akan mendapat Banyak visitor baik Visitor organik maupun dari Search egine, Karena Artikel artikel didalamnya telah diberi Jurus 212 tadi, Ilmu ini SEO sangat dicari oleh para pembisnis Online di internet guna untuk meningkatkan Lalu lintas website mereka.

Tapi apakah anda sudah tahu?? Bahwa Google punya peraturan?

Google Tidak melarang jika pemilik website tertentu menerapkan SEO didaamnya, Tapi anda juga harus tahu, bahwa Google menyarankan agar anda membuat artikel tujuanya untuk manusia Bukan untuk robot!!

Banyak para Blogger yang sudah apes!! karena terkesima dengan yang namanya SEO, Tapi salah dalam penerapan, Sehingga tidak terlalu memikirkan dampak buruk website yang dikelolah nantinya seperti apa. Dan akibatnya website yang di Optimasi secara Ugal-ugalan tersebut mendapat hadiah dari Tndangan pamungkas Dari Algoritma Imut Google panda.

Banyak cara yang bisa digunakan dalam Optimasi website, Tapi tidak harus menyalahi aturan Google, karena Google sendiri selalu mengutamakan Penggunanya, masa anda tidak?

Untuk itu, Kita sebagai pemilik website harus cerdas dalam mengelolah blog/website, Terutama dalam Optimasi website, Jika salah Optimasi, maka kemungkinan besar Blog anda akan dipandang Blog sampah oleh Google ( Blog yang tidak penting ).

Untuk itu, alangkah baiknya jika kita menghindari hal-hal tersebut jika memang sudah serius ngeblog, Maka Kita wajib mengerti apa saja kesalahan-kesalahan yang tidak perlu dan tidak harus dilakukan. dan ini bisa anda dapatkan dari beberapa pengalaman blogger lain yang sudah pernah merasakan pahitnya di acuhkan Google.


Berikut ini 6 cara SEO yang salah! dan dilarang oleh Google

1. Keyword stuffing

Keyword stuffing mengacu pada penggunaan kata kunci dalam upaya untuk memanipulasi peringkat situs pada hasil pencarian Google. Contoh teknik Keyword stuffing yang biasa dilakukan seperti terlalu seringnya mengulangi kata-kata atau frase yang sama dalam satu artikel.

Atau juga, memanipulasi konten dengan membuat daftar kata-kata yang tidak jelas maksudnya dalam jumlah yang besar sehingga konten tersebut sangat tidak bermanfaat bagi pengguna.

2. Invisible Text

Menyembunyikan teks atau link dalam konten dengan tujuan untuk memanipulasi peringkat pencarian Google akan dinilai sebagai pelanggaran terhadap Google’s Webmaster Guidelines. Teks atau penggunaan kata kunci dapat disembunyikan dalam beberapa cara, seperti berikut:

  • Mengunakan warna teks yang sama dengan backgroundnya.
  • Memposisikan teks dibalik gambar.
  • Menggunakan CSS text-indent untuk menyembunyikan tulisan.
  • Memberikan ukuran 0 px pada ukuran tulisan.
  • Memberikan link pada 1 huruf atau karakter seperti pada tanda penghubung ( - ).
3. Doorway Pages

Doorway Pages adalah sebuah halaman yang memiliki kualitas rendah dimana masing-masing halaman biasanya dioptimasikan untuk kata kunci yang sangat spesifik dan kemudian pengunjung diarahkan ke halaman yang lainnya dari website yang berbeda.

Google akan menilai bahwa teknik ini telah memanipulasi mesin pencari dan menipu pengguna karena halaman tersebut telah mengarahkan pengguna ke situs lain dari halaman yang pengguna telah pilih. Contoh lain dari teknik Doorway Pages ini seperti membuat multiple pages pada 1 website yang sama dengan konten yang sangat serupa yang dirancang untuk meningkatkan peringkat untuk query tertentu.

4. Cloaking

Cloaking mengacu pada praktek menyajikan konten yang berbeda untuk pengguna dan mesin pencari. Cloaking dianggap melanggar Google’s Webmaster Guidelines karena memberikan pengguna dengan hasil yang berbeda dari yang mereka harapkan.

Teknik Cloaking yang sering dilakukan seperti memasukkan teks atau kata kunci ke halaman hanya ketika User-agent meminta halaman tersebut menjadi sebagai mesin pencari. Contohnya: saat anda mengetikan kata kunci " belajar hijab " di Google kemudian anda membuka website dari hasil pencarian yang ditampilkan, lalu pada website tersebut hanya mengandung pernyataan " pencarian kata untuk belajar hijab tidak ditemukan " dalam arti lain, website tersebut tidak memiliki konten yang bermanfaat sama sekali bagi pengguna.

5. Auto generated content

Automatically generated content merupakan cara untuk menciptakan konten secara otomatis dengan menggunakan software tertentu. Biasanya dengan cara ini konten yang dihasilkan tidak nyaman untuk dibaca pengguna namun tentunya Google tetap mampu membaca konten tersebut.

Contoh teknik Auto generated content ini seperti konten yang ditranslate menggunakan tools seperti Google Translate dan konten tersebut dipublish tanpa direview terlebih dahulu. Dan akibatnya pengunjung bukan akan mendapatkan Informasi menarik, Namun hanya akan mendapatkan tulisan gak jelas.

6.  Sneaky redirects

Sneaky redirects mengacu pada pengalihan halaman ke halaman yang lainnya yang terjadi secara otomatis dengan menggunakan script tertentu seperti JavaScript atau Meta Refresh. Seperti halnya teknik Cloaking, Sneaky redirects dinilai sebagai cara yang menipu pengunjung dan mesin pencari karena Sneaky redirects telah mencoba untuk menampilkan konten yang berbeda kepada pengguna dan Googlebot.

Nah itulah Teknik SEO yang bahaya yang bisa dikatakan sebagai TEKNIK Penipuan pengunjung secara nyata!! Hal tersebut harusnya tidak pantas dilakukan, Masih banyak cara untuk optimasi website agar lebih yahut.

Bukan dengan cara melanggar aturan Google, apalagi menipu pengguna. percayalah !! Optimasi SEO yang terlalu Ngover akan berdampak buruk bagi website anda, Mungkin belum kelihatan untuk saat ini. Tunggu saja tanggal mainya. ( semoga bermanfaat ).

0 Response to "Bahaya! Jika terlalu over dalam menerapkan SEO"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel