Cerita Pak Amin Petani Desa

Cerita Pak Amin Petani Desa

Pak Amin adalah seorang petani di sebuah kampung Di Desa Tegalbang Kecamatan Palang Kabupaten Tuban, yang cukup jauh dari kota. Pekerjaan setiap hari, sebagaimana petani lainnya, adalah mengurus sawah, dan binatang ternak peliharaanya.

Suatu hari, karena tidak hati-hati, saat sedang mencangkul, kakinya kena cangkul sehingga terluka cukup parah. Sayangnya, di daerah pak Amin jangankan Rumah Sakit, dokter atau puskesmas pun jaraknya sangat jauh. Pak Amin mencoba mengobati sendiri ala kadarnya. Ya, peristiwa kena cankul seperti ini bukanlah yang pertama kali. Hanya saja ini yang paling parah.

Sejak kecelakaan itu pak Amin libur dulu mengurus sawah, dan ternaknya karena kakinya sangat sakit. Dan semakin hari ternyata tidak membaik bengkak dan bernanah. Artinya terjadi inveksi pada lukanya. Dia mencoba mengobatinya sebisa mungkin, tetapi makin parah.

Akhirnya, dia memanggil seorang tabib yang ada di kampung itu. Saat tabib datang, jelas kaget. Ini hampir terlambat. Harusnya segera diobati dengan cara yang benar, jangan asal memberi obat saja.

Tabib ini cukup berpengalaman karena sebelumnya sudah ada yang pernah mengalami kecelakaan yang sama. Akhirnya Tabib memberikan resep yang harus segera dibuat oleh pak Amin untuk mengobati lukanya.

" Tenang saja pak Amin, kalau segera diobati dengan resep ini, in syaa Allah akan sembuh." kata Tabib sambil menuliskan resep obat tradisional. Dan sang Tabib pun pulang.

Beberapa minggu setelahnya, terdengar kabar kaki pak Amin terpaksa harus diamputasi. Artinya sudah tidak tertolong lagi kecuali dengan amputasi.

Tabib pun kaget. Apakah resep dia salah? Dia langsung mengunjungi pak Amin di rumahnya yang kebetulan sudah pulang dari Rumah Sakit di kota.

" Kenapa pak Amin, kog sampai diamputasi? Bukankah tempo hari sudah saya kasih resep?" tanya tabib sambil memperhatikan kaki pak Amin yang masih terbalut perban.

" Betul tabib, tapi saya tidak bisa menjalankan resep dari tabib." jawab pak Amin.

" Kenapa?", tanya tabib.

" Alasannya, saya tidak punya salah satu bahan obatnya." jawab pak Amin.

Apakah alasan pak Amin salah? Apakah alasan pak Amin mengada-ngada? Tidak, mungkin benar pak Amin memang tidak punya salah satu bahan obat yang dibutuhkan untuk membuat resep.

Namun, terlepas alasan Anda itu benar atau tidak. Terlepas alasan itu mengada-ngada atau tidak. Jika Anda tidak berusaha mengatasi alasan yang menghambat Anda, Anda akan TETAP menanggung konsekuensinya.

Cerita diatas hanyalah fiktif belaka, sengaja saya karang agar kita bisa memahami bagaimana ruginya jika kita selalu kalah dengan alasan sehingga kita tidak berbuat hal yang seharusnya kita lakukan atau melakukan kebaikan.

Banyak orang yang yang beralasan tidak mau berbisnis Online dengan alasan tidak punya Bakat dibidang tersebut. Maka tugas Anda selanjutnya adalah berupaya bagaimana caranya agar bisa mendapatkan Bekal Untuk Bisnis tersebut, bukan diam atau menyerah. Terlepas apakah Anda benar tidak punya Bakat atau tidak, Anda tetap saja tidak punya bisnis, tetap saja tidak punya kran rezeki tambahan.

Bagaimanapun Ilmu yang telah Kita pelajari, kita sudah membaca Artikel sana sini, menonton Video di Youtube sampai Kuota habis, Mengikuti pelatihan Di manapun, Jika Kita tidak mempraktekanya. Apapun alasanya, Jika kita tidak mau Praktek, Kita tetap saja tidak akan pernah merasakan manfaatnya dan merasakan Konsekuensinya.

0 Response to "Cerita Pak Amin Petani Desa"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Join Our Newsletter