Cinta yang kutebarkan, berubah menjadi kebencian

Cinta yang kutebarkan, berubah menjadi kebencian

Entah kenapa aku mulai takut dengan suara malam, Ia seumpama iblis yang membawa segrombol kenangan yang hadir bersama serdadu kesunyian

Cinta yang telah kutaburkan, berubah menjadi kebencian air mata yang ku kumpulkan, Meriangku jadi bahan tertawaan

Kekejaman hidup mencampakan kakinya sangat dalam bersama takdir penganiyayaan

Kolam biru gelombang ikan. Gemercik air, Satpam penjaga, kipas berputar. ocehan tak jelas, suara air orang lagi kencing, hembusan gas dari hidung, semuanya Terpatri dalam Nostalgia,

Derap langkah batuk berdahak, Tatapan mata, senyuman berat, keriput cinta tak sesegar waktu itu, aku tak sanggup lagi membayankanya.

Kebencianmu, ! Cintamu, Bentakmu! Tangisanmu! Banggamu! Pelukanmu, ! Kecupan dikeingku! Biaikan hangatmu! Rinduku, Rindumu.

Aku ingin lagi seperti Itu,
Aku merindukanmu
Sangat merindukanmu

Hanya karena kebodohan labil,,
Semuanya berubah,,
Rindu pun Pecah!!

Ingin sekali kusampaikan padamu, bahwa aku sangat merindu
Aku Rindu,,,
Rindu kamu,,,
Yang dulu Itu,,

Bukanya sok puitis,, atau Romantis,,
Karena itu, bukan wilayahku
Aku hanya penyampai rindu
Aku rindu,,,, kamu :)

0 Response to "Cinta yang kutebarkan, berubah menjadi kebencian"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Join Our Newsletter