Dunia sudah kehilangan warnanya

Dunia sudah kehilangan warnanya

Dunia sudah kehilangan warnanya, Bukan lagi hitam putih, Tapi sudah lebih hambar dari Kalbu, Lebih pahit dari empedu, Lebih menakutkan dari serdadu, Lebih memabukan dari sabu-sabu.

Sudah susah debedakan antara Embun Dan debu, Juga nafas segar dan keringat yang membiru, Pagi yang sejuk tiada yang berbeda dengan senja yang bersimbah darah.

Kebaikan dan kebatilan seperti embun senja, Sama, satu warna, Merah, Sesekali Jingga, Terkadang sampai hitam pekat Ikut menjelma, Sehingga, Penganut agama bingung mau menertawakan yang mana.

Agama mengajarkan Amar makruf Nahi mungkar, Tapi yang di amarkan dan di Nahikan telah berpendar, Lalu. Mau menghindar? Atau diam saja seperti lilin yang kepalanya bersinar? Menerangi semesta ruang dengan Tubu tercakar-cakar?

Akhirnya, kebaikan itu ada pada diri setiap hamba, Tuhan telah " bersemayam " pada tiap diri manusia yang percaya, Karena itu, Dia memberi Wewenang setiap Nurani untuk berfatwa, " Istafti Albak! Wastakwfi Asbak! " { M Nuchid }

0 Response to "Dunia sudah kehilangan warnanya"

Terimakasih sudah Tidak berkomentar ( SARA ). Silahkan berkomentar yang baik dan menarik sesuai dengan isi konten.
Komentar yang tidak diperbolehkan :

1). Berbau penghinaan SARA & PXXN
2). Komentar dengan Link hidup ( akan dianggap spam )
3). Komentar tidak nyambung dengan isi postingan

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel