Makalah Sosiologi tentang Masyarakat

Sosiologi tentang Masyarakat

Pendidikan bertalian dengan trasmisi pengetahuan, sikap, kepercayaan, keterampilan dan aspek-aspek kelakuan lainnya kepada generasi muda. Kelakuan manusia pada hakikatnya hampir seluruhnya bersifat sosial, yakni dipelajari dalam interaksi dengan manusia lainnya. Hampir semua yang kita pelajari merupakan hasil hubungan kita dengan orang lain di rumah, di sekolah, di tempat bermain, di pekerjaan dan sebagainya.

Dalam pengertian ini pendidikan dimulai dengan interaksi pertama individu itu dengan anggota masyarakat lainnya. Masyarakat tentunya menjadi pendorong yang kuat juga untuk anak-anak. Karena mereka hidup dalam sebuah masyarakat tentunya.

Setiap anak harus belajar dari lingkungan sosialnya dan harus menguasai sejumlah pengetahuan dengan adanya guru yang membimbingnya. Dalam masyarakat yang maju kebanyakan kebiasaan dan pola kelakuan yang pokok dalam kebudayaan dipelajari melalui proses pendidikan atau sosialisasi informal. Bahasa, kebiasaan makan, dan kepribadian fundamental sebagian besar diperoleh melalui pendidikan tak formal.

RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan rumusan masalah diatas dapat di tarik rumusan masalah sebagai berikut :

1.Apa yang dimaksud dengan sekolah dan masyarakat ?
2. Bagaimana mengenal masyarakat ?
3. Apa saja sistem nilai-nilai yang ada di masyarakat ?
4. Bagaimana sistem kekuasaan dalam masyarakat ?
5. Bagaimana hubungan sekolah dan masyarakat ?
6. Mengapa masyarakat disebut sebagai sumber ?
7. Bagaimana lingkungan dan pendidikan untuk anak ?
8. Apa usaha bersama masyarakat yang makin kompleks ?
9. Apa tugas sekolah dimasa modern ?

TUJUAN PENULISAN

Berdasarkan rumusan masalah diatas tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :
1. Mengetahui definisi sekolah dan masyarakat.
2. Mengetahui mengenal masyarakat.
3. Mengetahui sistem nilai-nilai yang ada di masyarakat
4. Mengetahui sistem kekuasaan dalam masyarakat.
5. Mengetahui hubungan sekolah dan masyarakat.
6. Mengetahui masyarakat sebagai sumber.
7. Mengetahui lingkungan dan pendidikan untuk anak.
8. Mengetahui usaha bersama masyarakat yang makin kompleks.
9. Mengetahui tugas sekolah dimasa modern.

BAB II
PEMBAHASAN 

SEKOLAH DAN MASYARAKAT 

SEKOLAH

Sekolah merupakan lembaga yang dirancang untuk pengajaran anak didik dibawah pengawasan guru. Menurut Hadari Namawi (1985:25) bahwa " Sekolah adalah organisasi kerja sebagai wadah kerja sama sekelompok orang untuk mencapai tujuan ". Dengan kata lain sekolah adalah salah satu bentuk ikatan kerjasama sekelompok orang yang bermaksud mencapai suatu tujuan yang di sepakati bersama.

Peranan sekolah sebagai lembaga pendidikan adalah mengembangkan potensi manusiawi yang dimiliki anak-anak agar mampu menjalankan tugas-tugas kehidupan sebagai manusia, baik secara individual maupuan secara masyarakat.

MASYARAKAT

Masyarakat berasal dari bahasa inggris yaitu "society" yang berarti "masyarakat", lalu kata society berasal dari bahasa latin yaitu "societas" yang berarti "kawan". Sedangkan masyarakat yang berasal dari bahasa arab yaitu "musyarak".

Pengertian masyarakat terbagi atas dua yaitu pengertian masyarakat dalam arti luas dan pengertian masyarakat dalam arti sempit. Pengertian Masyarakat dalam arti luas adalah  keseluruhan hubungan hidup bersama tanpa dengan dibatasi lingkungan, bangsa dan sebagainya. Sedangkan Pengertian Masyarakat dalam arti sempit adalah sekelompok individu yang dibatasi oleh golongan, bangsa, teritorial, dan lain sebagainya.

Pengertian masyarakat juga dapat didefinisikan sebagai kelompok orang yang terorganisasi karena memiliki tujuan yang sama. Pengertian Masyarakat secara Sederhana adalah sekumpulan manusia yang saling berinteraksi atau bergaul dengan kepentingan yang sama.

Terbentuknya masyarakat karna manusia menggunakan perasaan, pikiran dan keinginannya memberikan reaksi dalam lingkungannya.

Sekolah yang berorientasi penuh kepada kehidupan masyarakat disbeut community school atau “sekolah masyarakat”. Sekolah biasanya berorientasi pada masalah-masalah kehidupan dalam masyarakat seperti masalah usaha manusia melestarikan alam, memanfaatkan sumber daya alam dan manusia, masalah kesehatan, dan sebagainya. Dalam kurikulum ini anak dituntut agar turut serta dalam kegiatan masyarakat.

MENGENAL MASYARAKAT  

Mengenali masyarakat dibutuhkan pemahaman yang mendetail tentang masyarakat tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan cara cara sebagai berikut:

Yang pertama yaitu memahami ciri khas dari masyarakat itu seperti apa. Ciri khas antara masyarakat yang satu dengan yang lain sangatlah berbeda. Sebab ciri khas ini yang menjadikan keunikan tersendiri dari masyarakat tersebut. Kekhasan dari masyarakat itu dapat dilihat dari caranya berhubungan sosial dengan sesamanya.

Yang kedua yaitu bersosialisasi denagn masyarakat. Saling berinteraksi antar sesama individu maupun kelompok masyarakat. Menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat agar tercipta hubungan yang harmonis dan lebih mengenal mereka satu sama lain.

Yang ketiga yaitu memahami nilai nilai dan norma yang berlaku pada masyarakat. Menjalankan pula nilai-nilai dan norma-norma itu apabila berada di tengah tengah masyarakat. Untuk mengimbangi dan menumbuhkan keseimbangan serta keselarasan dengan masyarakat (  Kasidi, 2008 :113 ).

SISTEM NILAI-NILAI 

Dalam berhubungan dengan sesamanya dan dengan alam semesta manusia tidak mungkin bersifat netral atau apatis. Kecenderungan–kecenderungan untuk simpati, anti pati ataupun netral itu sendiri merupakan suatu sikap. Dan setiap sikap adalah konsekuensi daripada suatu penilaian, apakah penilaian itu didasarkan azas objektif rasional ataukah subjektif emosional. Di dalam garis penilaian mulai dari pengertian, simpati, kagum, hormat, memuja, cinta, atau sebaliknya salah paham, anti pati, jijik, menghinakan, membenci, bahkan netral sekalipun adalah perwujudan dan penerapan dari penilaian.

Sikap menilai atas segala sesuatu adalah didorong oleh faktor-faktor dalam yang sudah merupakan potensi dan kejenuhan manusia. Tetapi bagaimana menilai yang benar, objektif adalah persoalan norma-norma, azas-azas normatif. Kebenaran, kebaikan, kebajikan, kejujuran, cinta sesama, dan sebagainya adalah potensi martabat manusia. Adalah menjadi idealisme manusia untuk merealisasi potensi martabat manusia. Kebaikan manusia diukur dengan kenyataan seberapa jauh dia merealisasi potensi martabat manusia itu di dalam tingkah lakunya.

Martabat manusia dan kepribadian seseorang selalu diukur dengan norma-norma yang berlaku dalam arti sejauh mana manusia loyal dengan nilai-nilai yang berlaku. Dengan demikian nilai-nilai dan norma-norma akan mengatur kehidupan masyarakat. Dalam kehidupan di masyarakat tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya nilai-nilai, norma-norma yang berlaku. Nilai-nilai yang ada di masyarakat yaitu :

1. Nilai Sosial

Dalam realitas sosial kehidupan bersama, manusia memerlukan aturan hidup agar tercipta keteraturan sosial. Aturan hidup tersebut tidak selalu diwujudkan secara nyata, tetapi terdapat dorongan dalam diri manusia untuk melakukan atau tidak melakukan hal tertentu. Ada perasaan-perasaan tertentu jika orang melakukan atau tidak melakukan hal tertentu. Meskipun terlihat abstrak, tetapi dapat dirasakan manfaatnya, bahkan ada yang dapat dihayati secara mendalam dengan intensitas yang tinggi jadi nilai sosial adalah gambaran mengenai apa yang diinginkan, yang pantas, yang berharga, yang mempengaruhi perilaku sosial dari orang yang memiliki nilai itu.

Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa nilai sosial berfungsi untuk mendorong, menuntun, dan terkadang menekan manusia untuk berbuat baik, sebagai alat solidaritas di kalangan anggota kelompok masyarakat, sebagai arah dalam berfikir dan bertingkah laku secara ideal dalam masyarakat dan menjadi tujuan akhir bagi manusia dalam memenuhi peranan-peranan sosialnya.

2. Norma Sosial

Sebagai makhluk sosial, manusia akan selalu membutuhkan orang lain dalam kelangsungan hidupnya. Agar kehidupan bersama bisa berjalan teratur, manusia memerlukan aturan-aturan tertentu karena tidak semua orang bias berbuat menurut kehendaknya sendiri. Untuk mencapai keteraturan dan kenyamanan hidup bersama, manusia melakukan kesepakatan tentang apa yang boleh dilakukan, apa yang sebaik tidak boleh dilakukan kepada orang lain. Kesepakatan bersama itulah yang disebut norma social. Jadi norma sosial itu adalah aturan atau ketentuan yang mengikat warga kelompok dalam masyarakat, dipakai sebagai paduan, tatanan, dan kendali tingkah laku yang sesuai dan diterima secara bersama.

Norma-norma, aturan procedural dan aturan perilaku dalam kehidupan social pada hakekatnya adalah bersifat kemasyarakatan. Maksudnya adalah bukan saja karena norma-norma tersebut berkaitan dengan kehidupan sosial tetapi juga karena norma-norma tersebut adalah pada dasarnya hasil dari kehidupan bermasyarakat. Norma-norma adalah bagian dari masyarakat.

Norma dimasyarakat dibagi menjadi dua macam, yaitu adat istiadat (mores) dan kebiasaan (folkway). Sering juga adat istiadat ini menjadi hokum tertulis yang berlaku dalam suatu masyarakat tertentu. Adat istiadat maupun hukum memiliki kekuatan mengikat yang tegas. Adapun kebiasaan tidak memiliki kekuatan yang mengharuskan sanksi terhadap pelanggarannya tidak terlalu berat, misalnya cemoohan, ejekan, sinis, atau si pelanggar akan dijauhi oleh yang lain. Biasanya kebiasaan lebih mudah berubah dari pada adat atau hukum.

Tiap masyarakat mempunyai sistem nilainya sendiri yang coraknya berbeda dengan masyarakat lain. Dalam sistem nilai itu senantiasa terjalin nilai-nilai kebudayaan nasional dengan nilai-nilai lokal yang unik. Dalam nilai-nilai itu terdapat jenjang prioritas, ada nilai yang dianggap lebih tinggi daripada yang lain yang dapat berbeda menurut pendirian individual.

Tiap sekolah, tiap guru harus mengenal lingkungan sosial tempat ia berada agar ia dapat memahami latar belakang kultural anak dan jangan mengucapkan atau berbuat sesuatu yang bertentangan dengan norma-norma yang dianut oleh masyarakat.

SISTEM KEKUASAAN DALAM MASYARAKAT 


Sistem kekuasaan yang ada di masyarakat yaitu masyarakat memilih seorang tokoh yang dianggap pantas dan mampu mengendalikan wilayah tempat tinggal mereka. Dalam tiap masyarakat terdapat tokoh atau kelompok yang pastinya ditunjuk untuk berkuasa. Baik dipilih secara langsung ataupun melalui pemungutan suara terbanyak. Pemilihan tokoh untuk berkuasa ini yang ditunjuk bukan sembarangan orang, tentunya dipilih berdasarkan otoritas yang ada padanya. Dan tentunya memiliki ketegasan serta kharisma tersendiri dari penguasa itu.

Selanjutnya tokoh yang telah dipilih oleh masyarakat untuk berkuasa, berhak mengatur apa yang ada di masyarakat. Penguasa juga berhak menegur atau memberikan hukuman apabila masyarakat melakukan kesalahan. Sistem kekuasaan ini dibuat untuk menertibkan masyarakat. Sistem kekuasaan ini tentunya berbeda-beda disetiap masyarakat,dibuat berdasarkan keputusan masing-masing setiap masyarakat.

HUBUNGAN SEKOLAH DAN MASYARAKAT

Hubungan antara sekolah dan masyarakat pada hakekatnya adalah suatu sarana yang cukup mempunyai peranan yang menentukan dalam rangka usaha mengadakan pembinaan pertumbuhan dan pengembangan murid-murid di sekolah. Secara umum orang dapat mengatakan apabila terjadi kontak, pertemuan dan lain-lain antara sekolah dengan orang di luar sekolah, adalah kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat. Hubungan sekolah dengan masyarakat yaitu sebagai berikut :

1. Hubungan transaksional antara sekolah dengan masyarakat

Hubungan antara sekolah dengan masyarakat, dapat dilihat dari dua segi, yaitu :
a. Sekolah sebagai partner masyarakat dalam melakukan fungsi pendidikan.
b. Sekolah sebagai produsen yang melayani pesanan-pesanan pendidikan dari masyarakat.

2. Hubungan transmisif dan transformasif
Hubungan transmisif terjadi manakala sekolah berperan sebagai pewarisan kebudayaan. Hubungan transformasif terjadi manakala sekolah berperan sebagai agen pembaharu dalam kebudayaan masyarakat. Setiap pusat pendidikan dapat berpeluang memberikan kontribusi yang besar dalam ketiga kegiatan pendidikan, yakni :

a. Pembimbingan dalam upaya pemantapan pribadi yang berbudaya
b. Pengajaran dalam upaya penguasaan pengetahuan
c. Pelatihan dalam upaya pemahiran keterampilan

Pengertian di atas memberikan isyarat kepada kita bahwa hubungan sekolah dengan masyarakat lebih banyak menekankan pada pemenuhan akan kebutuhan masyarakat yang terkait dengan sekolah. Di sisi lain pengertian  tersebut di atas menggambarkan bahwa pelaksanaan hubungan masyarakat tidak menunggu adanya permintaan masyarakat, tetapi sekolah berusaha secara aktif serta mengambil inisiatif untuk melakukan berbagai aktivitas agar tercipta hubungan dan kerjasama yang harmonis antara sekolah dan masyarakat (Idi, 2011 : 86  ).

MASYARAKAT SEBAGAI SUMBER 

Masyarakat merupakan sumber belajar, artinya banyak hal yang dapat diambil dari masyarakat untuk kepentingan pendidikan. Walaupun suatu masyarakat punah, tetapi peninggalan-peninggalan dari mereka masih dapat diambil, baik ilmunya, kebudayaannya, dan sebagainya. Peninggalan-peninggalan tersebut tentu berguna bagi seorang sejarahwan atau arkeolog. Masyarakat dari berbagai tingkat maupun golongan dengan berbagai profesi dan keahlian, dengan berbagai suku, bangsa,adat istiadat dan agama, keberadaan dan aktivitas kehidupannya merupakan fenomena yang unik yang kompleks penuh dengan persoalan menarik yang menjadi sumber atau obyek pembelajaran bagi siapa saja yang mau mempelajarinya.

Masyarakat juga sebagai pelaku pendidikan, artinya baik perorangan atau kelompok masyarakat bertindak selaku pembelajar. Pendidikan memang ditujukan kepada masyarakat sejak seorang manusia mulai dapat belajar sampai akhir hayatnya. Bentuk pendidikan yang dapat ditempuh oleh masyarakat dapat berupa pendidikan formal, nonformal, atau informal. Hal ini mereka lakukan karena mereka memiliki rasa ingin tahu, sikap disiplin, dan memiliki daya juang yang tinggi. Pendidikan formal yang mereka tempuh mulai dari TK sampai perguruan tinggi. Sedangkan pendidikan nonioformal yang dapat mereka tempuh seperti kursus-kursus, lembaga pelatihan, majelis taklim, dan sebagainya. Sedangkan lembaga informal berupa pendidikan dalam keluarga dan lingkungan masyarakatnya.

Sebagai pelaksana pendidikan, masyarakat melakukan kegiatan penyelenggara dan pembina pendidikan serta sebagai pelaksana pendidikan. Penyelenggara dan pembina pendidikan bertugas membuat peraturan perundang-undangan, merumuskan, menetapkan dan melaksanakan kebijakan pembinaan di bidang pendidikan. Tugas ini tentunya diemban oleh Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). Apa yang diatur oleh Depdiknas menjadi acuan bagi penyelenggaraan pendidikan di propinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Walaupun ada peraturan ataupun kebijakan yang memang dilakukan oleh pihak propinsi atau kabupaten/ kota secara sendiri-sendiri sesuai dengan kewenangannya. Hal ini mengingat pemberlakukan otonomi daerah dan desentralisasi pendidikan. Sedangkan pelaksana pendidikan melakukan tugas penyelenngaraan kegiatan proses belajar dan membelajarkan baik pada lembaga formal, nonformal atau informal. Dalam dua lembaga inilah baik penyelenngara maupun pelaksana pendidikan, masyarakat dapat terjun atau berpartisipasi mendarmabaktikan dirinya dalam dunia pendidikan.

Sekolah yang banyak menggunakan masyarakat sebagai sumber pelajaran memberi kesempatan yang luas untuk mengenal kehidupan masyarakat yang sebenarnya. Hal ini diharapkan supaya siswa lebih sanggup menyesuaikan dirinya dengan masyarakat, lebih mengenal lingkungan sosialnya, dapat berhubungan dengan orang dari berbagai golongan agama atau suku bangsa.

LINGKUNGAN DAN PENDIDIKAN ANAK 

Lingkungan meliputi semua kondisi dalam dunia ini dengan cara-cara tertentu mempengaruhi tingkah laku kita, pertumbuhan perkembangan atau proses hidup kita kecuali gen-gen. Lingkungan dapat dibagi menjadi tiga yaitu:

1. Lingkungan keluarga

Keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang pertama dan utama karena manusia pertama kalinya memperoleh pendidikan di lingkungan ini sebelum mengenal lingkungan yang lain. Tugas dan kewajiban keluarga adalah memberikan pendidikan nilai-nilai spiritual keagamaan, pengetahuan, dan ketrampilan dasar pada peserta didik (anak). Selain itu manusia mengalami proses pendidikan sejak lahir bahkan sejak dalam kandungan. Pendidikan Keluarga berfungsi sebagai pengalaman pertama masa kanak-kanak, menjamin kehidupan emosional anak, menanamkan dasar pendidikan moral, memberikan dasar pendidikan sosial, meletakkan dasar-dasar pendidikan agama bagi anak-anak.

2. Lingkungan sekolah

Karena perkembangan peradaban manusia, orang tidak mampu lagi untuk mendidik anaknya. Pada masyarakat yang semakin komplek, anak perlu persiapan khusus untuk mencapai masa dewasa. Persiapan ini perlu waktu, tempat dan proses yang khusus. Dengan demikian orang perlu lembaga tertentu untuk menggantikan sebagian fungsinya sebagai pendidik. Lembaga ini disebut sekolah.

Sekolah adalah pusat pendidikan kedua setelah keluarga. Selain perlu memperhatikan pertumbuhan dan perkembangan peserta didik secara umum, sekolah juga perlu dianggap sebagai keluarga kedua. Jadi, sebagian dari kehidupan sekolah adalah ekstensi dari kehidupan keluarga. Fungsi Sekolah yaitu : membantu orang tua menanamkan budi pekerti yang baik, memberikan pendidikan untuk kehidupan di dalam masyarakat, melatih anak-anak memperoleh kecakapan-kecakapan kecerdasan dan pengetahuan.

3. Lingkungan masyarakat

Lingkungan masyarakat ini adalah lingkungan sekitar tempat tinggal. Secara tidak langsung pasti akan mengikuti apa yang ada pada lingkungan masyarakat itu. Jika masyarakat itu lingkungan baik maka akan tertanam pula kebaikan. Tetapi apabila yang terjadi sebaliknya masyarakat yang buruk otomatis akan tertanam pula keburukan.

Lingkungan sekitar tempat tinggal anak sangat mempengaruhi perkembangan pribadi anak. Di situlah anak memperoleh pengalaman bergaul dengan teman-teman di luar rumah dan sekolah. Kelakuan anak harus disesuaikan dengan norma-norma yang berlaku dalam lingkungan itu. Apabila terjadi penyimpangan harus segera mendapat teguran agar disesuaikan. Kelakuan sosial anak serta norma-norma lingkungan tempat anak itu bermain dan bergaul tercermin pada kelakuan anak-anak. Adalah tanggungjawab orang tua dan para pendidik untuk mengusahakan lingkungan yang sehat diluar rumah. Untuk itu perlu kerja sama dan bantuan seluruh masyarakat.

Pendidikan diterima anak sejak dia lahir atau sebelum sekolah hingga akhir hayat. Pendidikan wajib diterapkan karena untuk menciptakan pribadi yang baik dan menciptakan intelegensi yang tinggi pada setiap anak. Pendidikan anak yaitu melalui berbagai tahap. Tahapan itu adalah :

1. Pendidikan dirumah

Pendidikan yang pertama kali diterima anak sebelum masuk sekolah. Disini peran orang tua sangat dibutuhkan untuk mengajarkan penanaman pendidikan bibit unggul pada anak. Setiap orang tua harus memberi dorongan,motivasi serta pengajaran yang baik untuk anak-anaknya.

2. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD adalah jenjang pendidikan paling awal di sekolah. Jenjang pendidikan ini memang tidak wajib diikuti seorang anak, mengingat orang-tua juga memiliki kemampuan penuh untuk melakukannya. Pada jenjang ini, anak akan dibina agar siap memasuki pendidikan umum. Karena itu, pada jenjang ini lebih ditekankan untuk merangsang pikiran anak dan perkembangan jasmani seorang anak. Usia: 0 - 6 tahun.

3. Pendidikan Dasar

Pendidikan dasar adalah pendidikan yang wajib diikuti seorang anak selama 9 tahun. Pendidikan ini merupakan awal dari pendidikan seorang anak karena melatih seorang anak untuk membaca dengan baik, mengasah kemampuan berhitung serta berpikir. Pendidikan dasar mempersiapkan seorang anak untuk memasuki jenjang pendidikan menengah. Pendidikan dasar umumnya dibagi menjadi 2 tahap, yaitu 6 tahun pertama di kelas 1 sampai 6. Kemudian dilanjutkan tahap berikutnya pada kelas 7 sampai 9 selama 3 tahun. Disini peran guru sangatlah penting untuk mendidik anak-anak pempelajri ilmu pengetahuan serta menambah wawasan setiap anak.

4. Pendidikan Menengah

Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar. Pendidikan menengah diselenggarakan selama 3 tahun. Beberapa jenis pendidikan menengah juga telah mempersiapkan seseorang memiliki keterampilan tertentu untuk dipersiapkan langsung ke lapangan kerja.

5. Pendidikan Tinggi

Pendidikan tinggi merupakan lanjutan dari pendidikan menengah. Pendidikan tinggi diselenggarakan bukan lagi di sekolah melainkan di perguruan tinggi.

Dalam pendidikan ini diperlukan adanya kolaborasi yang baik antara guru dan orangtua siswa. Dalam pendidikan orangtua menjadi pokok utama pembangkit semangat anak-anaknya. Sedangkan guru senantiasa menjadi fasilitator yang baik.

Disini lingkungan juga pengaruh terhadap pendidikan siswa. Lingkungan yang baik juga dapat menghipnotis anak mendapat pendidikan yang baik. Tetapi,lingkungan yang buruk juga dapat menghipnotis anak mendapat pendidikan yang buruk.

USAHA BERSAMA MASYARAKAT YANG MAKIN KOMPLEKS

Sebagai pengaruh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terjadi perubahan yang luas serta mendasar dalam semua aspek masyarakat. Semua orang mempunyai harapan yang optimis bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan sendirinya akan membawa kemudahan, kemakmuran, dan kebahagiaan bagi seluruh umat manusia. Bila kemajuan itu memang digunakan demi kesejahteraan manusia, maka teknologi dengan mudah dapat menghasilkan segala sesuatu yang diperlukan oleh setiap orang bagi kebutuhan hidupnya. Sekarang kenyataannya yang menimbulkan masalah bukan kekurangan melainkan kelebihan produksi dalam berbagai macam bidang. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan masalah-masalah baru yang lebih kompleks dan lebih sukar untuk diatasi.

Perubahn-perubahan yang cepat dan menyeluruh makin mempersulit manusia untuk meramalkan atau merencanakan masa depan dunia. Kekuasaan dan kekuatan yang dilahirkan oleh teknologi modern demikian dahsyatnya sehingga bila tidak dikontrol dapat memusnahkan manusia yang menciptakannya.

Kemajuan teknologi juga mengubah manusia itu sendiri. Industrialisasi mengakibatkan urbanisasi, melemahkan atau melenyapkan pengaruh tradisi dan adat istiadat, mengubah hubungan sosial, bahkan melenyapkan identitas manusia terutama di kota besar. Spesialisasi yang diperlukan oleh industri menghilangkan nilai manusia sebagai kepribadian yang bulat dalam menghadapi pekerjaannya karena ia hanya menjadi suatu bagian kecil dalam suatu mesin raksasa. Ia bukan lagi berkuasa atas dirinya, melainkan dikuasai oleh daya-daya di luar dirinya. Ia diukur dengan nilai uang menurut prestasinya.

Maka dari itu harus ada usaha untuk memerangi semua itu, kita tidak boleh dijajah dengan iptek. Disini kita harus menciptakan usaha yang kompleks,yaitu memanfaatkan iptek yang ada dengan kepandaian kita ,bukan kita justru diperbodoh oleh iptek. Kita harus pandai dengan cara ,misalnya membuat bisnis dengan memanfaatkan iptek. Sehingga kita tidak salah fokus dengan adanya tekhnologi yang semakin canggih.  Selain itu, perkembangan kemajuan teknologi harus dibarengi dengan kemajuan sosial. Dalam bidang emosi, moral, sikap kasih terhadap sesama manusia, harus mengalami kemajuan yang sejajar dengan kemajuan teknologi itu.

TUGAS SEKOLAH DIMASA MODERN 

Teknologi dan informasi mudah dijangkau pada masa sekarang. Apalagi zaman moderen ini berkembang berbagai inovasi yang mendukung untuk kebutuhan manusia saat ini. Zaman dahulu berbeda dengan zaman sekarang. Perbedaanya ialah dari segi infrastruktur teknologi. Dari bangunan, transportasi, peralatan, telekomunikasi dll. Zaman sekarang moderen ini serba canggih. Dimana informasi sangat mudah tersebar ke seluruh penjuru dunia. Apalagi dengan Adanya internet mendapatkan informasi itu bukanlah hal yang sulit. Peradaban masa kini bisa dilihat perubahan yang drastis. Kepintaran dan logika manusia membuat sebuah perkembangan yang sangat mencolok. Itu membuat segala macam tugas dan pekerjaan menjadu sangat efisien.
Tugas sekolah dimasa modern yaitu :

1. Memberikan pendidikan untuk menguasai teknologi, agar tidak tertinggal dari bangsa lain. Dan jaman modern tentunya tidak boleh ada siswa yang gaptek.
2. Sekolah dimasa modern nantinya tidak membatasi ruang dan waktu bertemu antara guru dan siswa. Karena dizaman modern yang semakin canggih itu dengan internetnya. Siswa dapat bertatap muka dengan sang guru dengan cara melalui internet ,jika menemukan kesulitan dalam belajar. Hal itu bisa dilakukan ketika sang guru tidak ada kesibukan yang mendesak.
3. Pendidikan di sekolah harus memupuk tradisi yang telah ada pada sebelumnya agar tidak hilang begitu saja. Karena pada dasarnya masa moderen seluruh tradisi akan hilang bahkan punah. Tradisi tradisi masyarakan akan hilang dimakan waktu akibat adanya teknologi. Seperti di suku adat di Indonesia ini. Maka dari itu, untuk memperbaiki semua itu sekolah harus memupuk tradisi yang telah ada.
4. Pendidikan di sekolah  harus mendidik etika,moral dan perilaku siswanya dengan baik. Karena zaman modern pengaruh globalisasi dapat membuat etika serta moral para siswa tergerus dengan budaya barat yang semakin menghancurkannya. Maka dengan mendidik moral siswa nanti akan semakin baik dimasa modern ( Nasution, 2014 : 147 ).

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN 

1. Sekolah adalah lembaga yang dirancang untuk pengajaran anak didik dibawah pengawasan guru. Sedangkan masyarakat adalah sekumpulan manusia yang saling berinteraksi atau bergaul dengan kepentingan yang sama.

2. Mengenal masyarakat dapat dilakukan dengan cara memahami ciri khas dari masyarakat tersebut, bersosialisasi serta denagn cara berinteraksi dengan masyarakat dan memahami nilai-nilai dan norma yang berlaku dimasyarakat.

3. Nilai-nilai yang ada di masyarakat yaitu yang pertama nilai sosial yang berfungsi untuk mendorong masyarakat berbuat baik. Yang kedua yaitu norma sosial yang berfungsi untuk mengatur kehidupan dimasyarakat.
4. Sistem kekuasaan yang ada dimasyarakat yaitu masyarakat memilih seorang tokoh untuk berkuasa yang memiliki otoritas dan kharisma tersendiri. Setiap masyarakat tentunya memiliki sistem kekuasaan yang berbeda-beda.

5. Hubungan sekolah dengan masyarakat yaitu saling bertransaksional, transmitif dan transformatif. Sehingga dapat berhubungan dengan baik dalam rangka usaha untuk mengadakan pembinaan pertumbuhan dan pengembangan anak didiknya.

6. Masyarakat sebagai sumber belajar, artinya banyak hal yang dapat diambil dari masyarakat untuk kepentingan pendidikan. Peninggalan dan adat istiadatnya menjadi fenomena yang unik dan kompleks penuh dengan persoalan menarik yang menjadi sumber atau obyek pembelajaran bagi siapa saja yang mau mempelajarinya.

7. Lingkungan siswa juga berpengaruh dalam pendidikannya. Lingkungan yang baik juga dapat menghipnotis anak mendapat pendidikan yang baik dalam pendidikan ini diperlukan adanya kolaborasi yang baik antara guru dan orangtua siswa. Dalam pendidikan orangtua menjadi pokok utama pembangkit semangat anak-anaknya karena anak pertama kali mendapatkan pelajaran dari orangtuanya dirumah. Sedangkan guru berperan mendidik disekolah serta menjadi fasilitator yang baik.

8. Usaha bersama masyarakat yang makin kompleks yaitu memanfaatkan iptek yang ada dengan kepandaian kita ,bukan kita justru diperbodoh oleh iptek. Kita harus pandai dengan cara ,misalnya membuat bisnis dengan memanfaatkan iptek. Selain itu, perkembangan kemajuan teknologi harus dibarengi dengan kemajuan sosial. Dalam bidang emosi, moral, sikap kasih terhadap sesama manusia, harus mengalami kemajuan yang sejajar dengan kemajuan teknologi itu.

9. Tugas sekolah dimasa modern yaitu memberikan pendidikan untuk menguasai teknologi, tidak membatasi ruang dan waktu bertemu antara guru dan siswa, memupuk tradisi yang telah ada pada sebelumnya agar tidak hilang begitu saja, mendidik etika,moral dan perilaku siswanya dengan baik agar tidak terjerumus dengan kemajuan bangsa yang semakin modern

DAFTAR PUSTAKA

Idi, Abdullah. 2011. Sosiologi Pendidikan Individu Masyarakat dan Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara.
Kasidi, Ravik. 2008. Sosiologi Pendidikan. Jakarta : Mitra Wacana Media.
Nasution, S. 2014. SOSIOLOGI PENDIDIKAN. Jakarta : Bumi Aksara.

0 Response to "Makalah Sosiologi tentang Masyarakat"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Join Our Newsletter