Meraih Kesuksesan atau Karir Dengan Cara Islami

Meraih Kesuksesan atau Karir Dengan Cara Islami

Kesuksesan usaha atau karir merupakan impian semua orang. Dengan kesuksesannya manusia lebih merasa hidupnya bahagia dan beruntung. Sebagai umat Islam haruslah bersyukur dengan apa yang Allah SWT berikan.

Di dalam Islam dianjurkan untuk memiliki usaha perdagangan sebagaimana yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Dalam hadist diterangkan " Sesungguhnya sebaik-baik usaha adalah usaha perdagangan." Hadits ini dengan tegas menyebutkan bahwa profesi terbaik menurut Nabi Muhammad adalah perdagangan.

Ada salah satu sahabat bertanya, " Penghasilan apakah yang paling baik, wahai Rasulullah?" Kemudian beliau menjawab " Penghasilan seseorang dari jerih payah tangannya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur." ( HR. Ahmad di dalam Al-Musnad no.16628 ).

Nabi Muhamad SAW dan para Sahabat tidak hanya mengajarkan konsep menjadi kaya tapi telah memberi contoh yang sangat jelas dan detail agar kita cepat kaya dengan cara Islami, yaitu dengan berdagang atau jadi pengusaha.

Dan berikut ini adalah cara yang dilakukan nabi saat untuk menyukseskan usaha dagangnya:


1. Tidak boleh menjual barang haram

Jual beli yang dilarang dan diharamkan ada 4, yaitu:
1) Jual beli yang dilarang dengan sebab yang berakad (penjual dan pembeli)
2) Jual beli yang dilarang dengan sebab shigat akad/ kontrak
3) Jual beli yang dilarang dengan sebab ma’qud ‘alahi/objek jual beli
4) Jual beli yang dilarang dengan sebab ada sifat atau syarat atau ada larangan (Muhammad bin Ibrahim bin Abdillah, Masu’ah al-Fiqh al-Islami,

2. Tidak boleh merusak lingkungan

Dien Islam yang kaffah ini telah melarang segala bentuk pengerusakan terhadap alam sekitar, baik pengerusakan secara langsung maupun tidak langsung. Apalagi hanya karena Perdagangan, Kaum Muslimin, harus menjadi yang terdepan dalam menjaga dan melestarikan alam sekitar.

Oleh karena itu, seyogyanya setiap Muslim memahami landasan-landasan pelestarian lingkungan hidup. Karena pelestarian lingkungan hidup merupakan tanggung jawab semua umat manusia sebagai pemikul amanah untuk menghuni bumi Allâh Azza wa Jalla ini.

3. Tidak boleh menipu pembeli dengan barang cacat atau rusak

Sejak Zaman Nabi Muhamad SAW. Hukum dagang dengan menipu pembili barang dagangan yang cacat atau rusak Haram Hukumnya. Sebagai contoh: Anda menjual barang Elektronik seperti Hp dari Orang dan ternyata barangnya rusak. Lalu anda menjualnya kembali tanpa menyebut kerusakakanya, Ini termasuk Penipuan, Pembodohan yang bisa dihukumi haram.

4. Tidak boleh mengurangi hak-hak pembeli

Apa saja Hak-hak pembeli?
1. Menerima Barang tepat pada waktunya
2. Menerima jaminan atas keadaan serta hak pemilikan barang yang telah dibelinya
Dan masih banyak lagi.

5. Dan Tidak Boleh Cepat Putusasa

0 Response to "Meraih Kesuksesan atau Karir Dengan Cara Islami"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Join Our Newsletter