Cerita senja di desa tegalbang Tercinta

Cerita senja di desa tegalbang Tercinta

Pasukan Pantang Pulang sebelum magrib, pernah dengar kalimat itu? Kalimat itu sering terdapat di banyak tulisan akhir-akhir ini. Kalimat yang menunjukkan betapa serunya masa kecil anak-anak 90an sampai 2005an. Untuk urusan Pasukan Pantang Pulang sebelum magrib, serahkan pada anak-anak di desa. Di desa tahun segitu belum ada apa-apa, masih alami, belum ada Tekhnologi Android seperti saat ini, Mirisnya permainan permainan seru anak 90an sudah mulai punah dengan sendirinya.

Alhamdulillah saya masih merasakan itu semua. Saya amsih merasakan dan masih menjadi salah satu anggota pasukan tersebut. Saya main seharian dan baru pulang ketika suara bilal di Masjid mengumandangkan syair Sholawat Tarhim. selain saking asyiknya bermain sampai magrib, saya juga senang ketika melihat senja di sore hari.

Saya lahir dan besar di desa Tegalbang Palang Tuban. Desa yang sebenarnya dekat dengan pusat kabupaten tapi beberapa kali dapat predikat desa tertinggal atau katakanlah desa miskin. Tapi predikat itu tidak pernah sampai ketelinga kami, kami tetap bahagia, dan bahkan saya berani jamin waktu tahun segitu tidak ada warga desa saya yang jadi pengemis.

Kata Embah saya, Justru pada tahun tahun tersebut orang-orang sangat rajin bekerja, bisa dibilang orang orang di Tahun 90an adalah orang orang pekerja keras.

Terkadang saya sangat merindukan hal hal yang dulu telah terlewakan, tidak pernah memandang cuaca, tidak pernah pandang nanti mendapat " gepuk! " dari orang tua, meskipun kenyataanya, Jika saya pulang terlalu petang, saya akan mendapat jurus 212 dari bapak saya.

Namun jurus tersebut masih tidak mempan dengan kenakalan saya, Di usia tujuh tahunan, itulah dimana anak anak Ingin lebih pengen bersenang seneng. Tanpa memikirkan hutang, dan tanpa didasari oleh suatu apapun, yang penting " senang ".

Ketika senja mau datang, Kami yang sedang asyik bermain di tegalan yang abang, , mulai melihat senja yang Indah. Keindahanya sungguh indah, bahkan lebih indah dari yang namanya Indah manapun.

0 Response to "Cerita senja di desa tegalbang Tercinta"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Join Our Newsletter