Rahasia psikologis sekolah berkelas alam [ Dunia belajar anak ]

Rahasia psikologis sekolah berkelas alam

Sekolah harus bisa jadi tempat yang menyenangkan bagi anak-anak sehingga anak-anak bisa betah berlama-lama belajar disekolah. Untuk bisa mewujudkan ini, Rahasianya ada pada pemahaman terhadap dunia anak. Kita harus memperhatikan dan mencermati dengan baik dunia anak itu seperti apa.

Yaitu sepenuhnya berisi dengan bermain, mulai dari bermain sepak bola, lari, masak-masakan, bermain peran, petak umpet, dan sebagainya.

Pertanyaanya, dimanakah anak-anak itu bermain? Tentu saja jawabanya adalah dilingkungan sekitar anak atau diluar rumah, Misalnya di halaman rumah, sungai, lapangan, kebun, jalan, hutan, dan sebagainya.

Inilah tempat yang menyenangkan bagi anak-anak untuk bermain, Alam sepertinya telah menjadi dunia sebenarnya bagi anak-anak, Di alam anak-anak bisa mengembangkan minatnya pada objek-objek yang memberinya banyak Informasi, Ide, gagasan, dan inspiraasi.

Di lingkungan alam ini, benda-benda seperti melambaikan tangan untuk minta ditaklukan, dimainkan, dan dipahami Informasinya. Lihat, anak-anak saat bermain pasir, bermain batu, naik pohon, memotong daun, sampai lempar-lemparan tanah.

Mereka pasti akan asyik dan lupa dengan waktu. Bahkan, bisa lupa dengan kenyataan dirinya, Lupa dengan persoalan dan kesedihan, sampai lupa dengan kondisinya yang belum makan, misalnya, Anak pasti akan bermain sampai akhir.

Yang bisa menghentikanya hanya capek atau ada situasi lain yang lebih menarik bagi anak. Jika sudah demikian, bermain kali ini akan selesai, selanjutnya anak-anak akan bermain lainya yang lebih menyenangkan begitu seterusnya.

Setiap hari anak mengisi aktifitasnya dengan bermain di alam bebas yang menyenangkan, Maka, Disinilah Alam bagi anak-anak bukanlah sekedar alam yang mati, melainkan memiliki ikatan psikologis yang kuat.

Ikatan yang masuk dalam ruang bawah sadar anak, yang dibentuk melalui pertumbuhan dan perkembangan anak. Kita bisa melihat, bagaimana bagaimana anak-anak yang tidak suka bermain di alam bebas, maka saya yakin! anak tersebut akan berpotensi menjadi anak rumahan yang penakut. Jika anak dikarantina di rumah, secara psikologis anak akan memiliki ketertinggalan, bahkan, gangguan psikologis.

Misalnya anak jadi egois, penakut, inferior, sombong, dan sebaginya, Kita bisa membandingkan kematangan sosialnya anak desa lebih bagus karena alam sebagai tempat bermain telah mampu membentuk anak-anak menjadi lebih kuat baik dalam pertumbuhan fisik maupun psikologisnya.

Alam telah mengajari anak-anak desa dengan bai, Jadi, tidak heran jika ada ungkapan " Guru terbaik adalah alam raya ", Alam dapat menunun anak-anak secara biopsikologis untuk tumbuh dan berkembang sebagaimana mestinya.

Pertanyaanya, Kenapa alam bisa menjadi guru dan tempat bermain terbaik bagi anak-anak?
Jika menurut saya begini,,

  • Saat pertama kali bayi lahir dan berkembang, ia hanya bisa merasakan indra pendengaran, peraba, dan perasaanya, maka sensasi informasi yang jadi pusat perhatianya adalah rasa, suara, " suara manusia ", suara angin, dan suara suara atau benda benda buatan lainya, Termasuk kentut anda.
  • Rasa memberikan sensasi yang nikmat, misalnya saat bayi menyusu ibunya, sentuhan orang tua aakan memberikan rasa nyaman, suara juga menimbulkan ketertarikan.
Jadi, suara yang punya variasi banyak merupakan sumber informasi yang jitu, yang kuat, bagi pembentukan kecerdasan anak.

Oleh karena itu, memberikan stimulasi yang kuat, dalam proses perkembanganya adalah cara cerdas, saat indra penglihatan dan gerak anak-anak akan mulai mencari dan mengidentifikasi sumber suara tersebut.

Saat ditemukan sumber suara tersebut, anak-anak akan mencoba meraih sumber suara tersebut, Kita bisa melihat saat anak-anak yang menggerakan tanganya untuk menyentuh atau meraih sesuatu benda yang bersuara merdu.

Selalu meraih mulut orangtuanya saat bernyayi, bahkan melihat benda-benda yang menarik, anak-anak akan tersenyum senang dan kemudian akan berusaha memegangnya. Jika melihat benda yang menakutkan dirinya, anak-anak akan menangis dan menjahui.

Maka disinilah tampak anak-anak akan sangat menukai alam dalam wujudnya sebagai benda dan makhluk, Rasa suka ini menjadi bagian yang mempriadi dalam diri anak yang tidak bisa dilepaskan, Jika kita memisahkan anak-anak dari alam? misalnya alam luar rumah yang natural ataupun sosial, ( pergaulan dengan anak-anak lainya ) sudah dapat dipastikan anak-anak akan mengalami ketertinggalan pengetahuan dan psikologis.

Anak yang sudah ketinggalan akan menjadi egois, penakut, Inferior, asosial, dan pendiam, Untuk itu, Perkembangan anak harus juga dengan memosisikan alam sebagai sumber belajar anak.

Dari dua kenyataan diatas, perlu diuji juga bagaimana proses pengetahuan yang dibentuk oleh alam terhadap anak-anak.

Setelah anak-anak mendapat kesan yang mendalam dengan alam maka dalam proses pengembanganya, melalui kemampuan bergerak dan berjalan dan berbahasa anak-anak mulai penasaran dengan alam.

Rasa penasaran ini akan memdorong anak untuk menaklukan dunia alam melalui dua kemampuanya, bergerak dan berbicara, Anak pun kemudian bergerak dan menyentuh benda yang disukainya, digerkan, dimainkan, dan kemudian dibahasakan sesuai dengan daya Imajinasinya.

Dalam mempermainkan benda-benda alam ini, anak-anak akan merasa senang dan total. Waktu tidak dihiraukan. Konsentrasi penuh, Jika di ganggu anak akan marah dan menangis, Disinilah anak-anak sedang belajar dan bermain. Bermain dilingkungan alam dan benda-benda alam. Bermain di lingkungan alam lebih disukai anak-anak ketimbang di lingkungan rumah.

Anak suka keluar rumah untuk bermain sepedah, pasir disungai, sawah, dan sebagainya, saat bermain anak-anak tidak merasa capek, kecuali memang kondisi tubuh benar benar lelah.

Sekolah Kreatif, Heru Kurniawan

0 Response to "Rahasia psikologis sekolah berkelas alam [ Dunia belajar anak ]"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel